Memang susah yach membuat hati menjadi ikhlas...
Mau berbuat baik, tapi selalu saja hati ini ingin mengumbarnya. Ingin sekali semua orang tahu. Agar dapat pujian, agar dapat perhatian, kadang pula agar mendapat kedudukan. Apalagi hati mudah sekali goyah, misalnya ingin melakukan sebuah kebajikan, eh.. beberapa menit kemudian, setelah tahu bahaya dan rintangannya, kebajikan itu wuuusss... hilang dibawa angin. Yaach.. hilang sudah kesempatan itu.
Mungkin karena hati tidak dibalut dengan selimut keikhlasan, maka segala perbuatan baik akan terus memudar sebelum terlaksana. Dalam pelaksanaan, seperti yang telah aku sampaikan diawal, hati juga belum bisa ikhlas.
Padahal ikhlas itu seperti kendaraan, dan amalan seperti batu es. Kendaraan membawa batu es itu kepada Allah SWT. Bila kendaraannya sepeda dan bannya kempes pula, bagaimana batu es itu bisa sampai dengan cepat. Bisa meleleh dijalan. Bagaimana dengan yang tidak punya kendaraan? Jalan kaki? Wuuuih... bisa cape banget.... Belum sampai sudah mencair tu batu es.
Ikhlas adalah syarat diterimanya amal shalih yang dilaksanakan sesuai dengan sunnah Rasulullah saw. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk itu dalam firmanNya, yang artinya
"Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepadaNya, lagi bersikap lurus"(Al-Bayyinah:5).
Ada suatu kisah, dimana ada seseorang yang selalu menunaikan shalat di shaf pertama. Suatu ketika ia terlambat, dan ia shalat di shaf kedua. Lalu ia diliputi rasa malu karena dilihat oleh orang banyak. Dari sini, ia tahu, bahwa ketenangan hatinya dalam melaksanakan shalat di shaf pertama selama ini disebabkan oleh pandangan orang-orang kepadanya.
Resep untuk ikhlas adalah memupus kesenangan-kesenangan hawa nafsu, ketamakan terhadap dunia dan mengusahakan agar hati selalu terfokus kepada akhirat. Hal ini akan sangat memudahkan seseorang untuk menggapai keikhlasan.
Semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang menghilangkan rasa ikhlas tersebut, sehingga segala amal shalih kita langsung diterima oleh Allah SWT. Amien Yaa Robbal'alamin...
No comments:
Post a Comment