Sahur ini aku ditundukkan oleh Mu.... untuk merebahkan diri, untuk menyatu dengan zat asal nabiku. Ditundukkan sedekat-dekatnya... hingga tubuhku lemas. Kakiku tegar. Tapi tak sanggup ku menahan kerasnya kehendakMu. Akhirnya aku terduduk lemah,, berharap ridhoMu tuk ku menghirup hidup.
Ku bisa merasakan pemompa darahku memompa sangat cepat tak seperti biasanya. Ku fikir ia akan segara meledak... meletus... hingga ku akan merasakan kehampaan yang benar-benar hampa. Ku topangkan tanganku tuk menahan tubuhku yang lemah. Zat-zat asin bersamaan dengan cairanku memaksa untuk keluar. Ku keluarkan saja mereka melalui lubang yang memiliki daging setajam pisau...
Pucat... kurasakan Putih kini tubuhku... Dingin telah menyergap tubuhku hingga keujung kuku. Kuteringat kembali dengan asmaMu. Ku panggil berulang-ulang... ku tahu Kau pasti telah mendengarnya. Dan aku yakin Kau akan menolongku.
Kini tlah kuterima kasihMu... dengan hadiah sekotak hidayah untukku. Yang akan ku simpan sebagai sesuatu yang berharga...
No comments:
Post a Comment